Nurcholish Madjid Nurcholish Madjid

ADIL DALAM PENGGUNAAN KEKAYAAN

Arti semula kata `adl (bahasa Arab) ialah sesuatu yang sedang, seimbang, atau wajar. Begitu pula, arti kata just (bahasa Inggris) ialah wajar, dan dengan demikian, arti justice (keadilan) ialah kewajaran.

Pola penggunaan kekayaan harus juga adil, sehingga kekayaan memenuhi kewajaran: suatu keadaan yang dapat diterima oleh semua orang dengan penuh kerelaan dan kelegaan. Pola tersebut ialah pola prihatin. Dalam kepribadian dan keprihatinan terdapat unsur dan semangat solidaritas sosial: suatu sikap yang selalu memperhitungkan dan memperhatikan keadaan dan kepentingan orang banyak; tidak egois atau berpusat pada diri sendiri. Dengan keprihatinan, harta kita sendiri digunakan sesuai dengan kebutuhan hidup yang wajar, tak lebih dan tak kurang, menyisihkan sebagian untuk mendorong produktifitas masyarakat (umpamanya, dengan sistem tabungan), dan mengeluarkan sebagian lagi untuk kepentingan langsung sosial. Dengan menekan penampakkan mencolok kekayaan, maka satu lagi hal bisa didapat: mengurangi sumber ketegangan-ketegangan sosial yang amat berbahaya.

Tentang pola prihatin ekonomi ini, agama memberi petunjuk seperti tertera dalam firman-Nya, Dan mereka (orang-orang beriman), jika menggunakan harta mereka, tidak berlebihan dan tidak pula berkekurangan, berada di antara keduanya (Q., 25: 67).

Wajarlah bila kita, bangsa Indonesia, menempuh cara hidup prihatin dan disertai solidaritas sosial sebagai salah satu jalan menuju Keadilan Sosial. Sebab Beberapa negara telah menempuh jalan semacam itu.

 

BAGIKAN

BERIKUTNYA

Leave a Reply