Nurcholish Madjid Nurcholish Madjid

Adil dan Ihsan

Dinyatakan dalam Al-Quran, Allah memerintahkan berbuat adil, mengerjakan amal kebaikan, bermurah hati kepada kerabat dan Ia melarang melakukan perbuatan keji, mungkar dan kekejaman. Ia mengajarkan kamu supaya menjadi peringatan bagimu (Q., 16: 90).

Adil (al-‘adl) dalam ayat di atas adalah tindakan mengatakan bahwa yang baik itu baik dan yang buruk itu buruk. Tetapi di samping itu juga harus ada al-ihsân, yaitu mengakui kebaikan orang apabila orang itu betul-betul baik. Sebab tidak ada orang yang sepenuhnya buruk, sebagaimana tidak ada orang yang sepenuhnya baik. Surga dan neraka telah dijanjikan Allah Swt. berkaitan dengan, Maka barang siapa timbangannya (amal kebaikannya) berat. Akan hidup bahagia. Tetapi barang siapa timbangannya (amal kebaikannya) ringan. Maka tempat tinggalnya lubang yang paling dalam. Dan apa yang akan menjelaskan kepadamu apa itu? (Itulah) api yang membara (Q., 101: 6-11).

Jadi, tidak ada orang yang seratus persen baik tanpa cacat. Demikian juga tidak ada orang yang seratus persen buruk tanpa kebaikan. Maka kutipan ayat (Q., 16: 90) di atas adalah untuk mengingatkan kepada kita semua agar tidak melakukan generalisasi secara serampangan. Kita harus adil sebagaimana Allah juga adil kepada kita. Kita juga harus melakukan ihsan, sebagaimana Allah telah melakukan ihsan kepada kita.

 

 

 

 

 

BAGIKAN

BERIKUTNYA

Leave a Reply