Nurcholish Madjid Nurcholish Madjid

AGAMA ANTI PELUKISAN

Karena sifatnya yang amythical dan anti-sacramentalism, Islam adalah agama yang sangat anti pelukisan atau penggambaran obyek-obyek kepercayaan seperti Tuhan, Malaikat, Surga, Neraka, Setan, bahkan para Nabi. Lebih-lebih berkenaan dengan Tuhan dan alam gaib, ikonoklasme Islam sedikit pun tidak berkompromi. Hal ini agak sedikit berbeda berkenaan dengan para Nabi dan tokoh-tokoh lain, akibat pengaruh budaya Asia Tengah. Namun hal itu terjadi tanpa sedikit pun tanggapan mitologis, yakni hanya dalam batas nilai seni yang dekoratif dan ornamental belaka, seperti dapat dilihat dengan jelas pada banyak seni lukis miniatur dalam kitab-kitab kesusastraan dan ilmu pengetahuan Islam klasik, terutama yang datang dari Persia dan Transoksiana.

Campbell mengatakan bahwa Islam, setelah mengembangkan ilmu pengetahuan selama lima atau enam abad, akhirnya memusuhi ilmu pengetahuan tersebut, sehingga mengakibatkan kematian ilmu pengetahuan dan agama Islam itu sendiri. Tentu Campbell sangat berlebihan, jika bukannya keliru, dengan pernyataannya tersebut. Ilmu pengetahuan Islam mati bukan terutama karena dimusuhi oleh umat Islam sendiri (hanya sebagian kecil saja dari umat Islam yang benar-benar secara serius dan konsepsional memusuhi ilmu pengetahuan). Barangkali tesis Robert N. Bellah mengenai masyarakat Islam klasik dapat dipinjam dan diterapkan di sini. Bellah mengatakan bahwa Islam klasik, di bidang konsep sosial-politiknya, menurut ukuran tempat dan zamannya, adalah sangat modern. Justru terlalu modern untuk dapat berhasil (It was too modern to succeed). Timur Tengah waktu itu, kata Bellah, belum mempunyai prasarana sosial untuk mendukung modernitas Islam. Karena itu sistem dan konsep yang sangat modern itu pun gagal, dan kekhalifahan yang bijaksana (al-khilâfah al-râsyidah) yang terbuka di Madînah digantikan oleh kekhalifahan Umawî yang tertutup di Damaskus.

 

 

 

BAGIKAN

BERIKUTNYA

Leave a Reply