Nurcholish Madjid Nurcholish Madjid

AGAMA DI ZAMAN MODERN

Pada hakikatnya, tidak ada perbedaan antara agama dan peranannya dalam kehidupan modern ataupun primitif. Sebab, ia tidak lain adalah pemenuhan kecenderungan alamiahnya sendiri, yaitu kebutuhan akan ekspresi rasa kesucian tadi. Tetapi mungkin bagi masyarakat modern, memang, timbul masalah-masalah berkenaan dengan agama ini. Rasa kesucian lebih merupakan sesuatu yang terletak dalam daerah kehidupan mental, spiritual, atau ruhani, daripada lainnya. Dan pendekatan yang vulgar kepada arti modernitas, di mana penonjolan segi-segi kehidupan material merupakan gejala yang amat umum, akan senantiasa merongrong atau memperlemah keinsyafan akan kehidupan ruhani. Itu pada satu ujung ekstrimitas.

Pada ujung lainnya ialah pendekatan yang kurang cermat terhadap esensi agama dalam situasinya yang dihadapkan kepada gelombang pasang kehidupan kebendaan. Dalam pendekatan itu sering terjadi kecenderungan untuk mencoba merendahkan arti kehidupan material, atau kecenderungan yang lebih menggoda lagi; karena itu yang lebih umum dilakukan orang ialah mencampur adukan segi kehidupan ruhani dan segi kehidupan material. Hal pertama terwujud dalam sikap-sikap mengingkari kehidupan duniawi, memilih menempuh hidup ‘uzlah dan menyelami kehidupan mistik semata-mata. Sedang hal kedua ialah munculnya sikap yang menuntut adanya pembenaran langsung segi-segi kehidupan material dalam ukuran-ukuran formal agama. (Bagi seorang penganut agama, memang, semua kehidupannya harus mendapatkan pembenaran dari agamanya, tetapi tidak mesti dan senantiasa secara langsung, dan kebanyakan adalah secara tidak langsung. Sebab, seperti dikatakan oleh Prof. Whitehead, agama itu, dari segi sifat doktrinalnya, dapatlah digambarkan sebagai suatu sistem tentang kebenaran-kebenaran umum yang mempunyai daya untuk mengubah budi pekerti, jika kebenaran-kebenaran umum  tersebut dipegang secara ikhlas dan dihayati secara sungguh-sungguh).

 

BAGIKAN

BERIKUTNYA

Leave a Reply