AHL AL KITAB ITU TIDAK SAMA

Minggu, 11 Juni 2017 - Oleh Nurcholish Madjid
This default photo desc.
Al-Quran menerangkan bahwa kaum ahl al-kitâb itu tidak semuanya sama:

Mereka tidaklah semuanya sama. Di antara kaum ahl al-kitâb terdapat umat yang teguh (konsisten), yang membaca ayat-ayat (ajaran-ajaran) Allah di tengah malam, sambil bersujud (beribadah). Mereka beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, menganjurkan yang baik dan mencegah yang jahat, serta bergegas kepada berbagai kebaikan. Mereka adalah tergolong orang-orang yang baik (shalih). Apa pun kebaikan yang mereka kerjakan tidak akan diingkari, dan Allah Mahatahu tentang orang-orang yang bertaqwa (Q., 3: 113-115).

Sudah tentu terdapat kelompok-kelompok Islam yang tidak merasa begitu kenal dengan pandangan positif-optimis terhadap kaum agama lain semacam itu. Penyebabnya bisa karena kebetulan tidak mengetahui adanya firman tersebut, atau tidak memahaminya, atau terkalahkan oleh expediency sosiologis-psikologisnya sehingga tidak mau menerima makna terang firman itu dan bersandar kepada tafsiran yang mencoba memodifikasinya. Dalam umat Islam, masalah ini merupakan kerumitan tersendiri, sama dengan kerumitan serupa di semua kelompok agama. Namun adanya teks suci yang dapat dibaca dan secara lahiriah menunjukkan makna tersebut, sangatlah penting untuk mempertimbangkannya dengan serius. Pandangan yang inklusivistik semacam itu cukup banyak dalam Al-Quran. Pesan sucinya amat jelas, bahwa penyamarataan yang serba gampang bukanlah cara yang benar untuk memahami dan mengetahui hakikat suatu kenyataan yang kompleks.
  RELATED POST
  E-BOOK
1
30 Sajian Rohani
Penulis Nurcholish Madjid
2
Bilik-Bilik Pesantren
Penulis Nurcholish Madjid
3
Tradisi ISLAM
Penulis Nurcholish Madjid